Kamis, 03 Januari 2013

ETIKA PERIKLAN


TUGAS ETIKA BISNIS
IKLAN










NAMA       : ANA CONSTANCIA DA COSTA NETO
NIM           : 01210038




Fakultas Ekonomi
Manajemen
UNIVERSITAS NAROTAMA
2012






 IKLAN TV TIDAK BERETIKA








 IKLAN TIDAK BER ETIKA " POMPA AIR SHIMIZU"
Dalam dunia bisnis, media iklan sering digunakan para produsen untuk memasarkan produknya. Pengertian dari iklan sendiri adalah “semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, dan jasa secara non personal yang dibiayai oleh sponsor tertentu. Salah satu media iklan yang umum digunakan oleh produsen dalam memasarkan produknya adalah melalui media iklan di televise. Media iklan di televise dipilih karena merupakan salah satu media iklan yang paling efektif dalam menyampaikan pesan kepada konsumen potensial. Namun sayangnya, saat ini tidak semua iklan di televise dapat dikatakan baik. Ada beberapa tayangan iklan ditelevisi yang kurang baik, sebab iklan tersebut kurang memikirkan unsur etika dalam tayangan iklannya. Contohnya adalah saat ini banyak sekali iklan yang secara terang- terang menghina atau menyindir para pesaing. Perang tariff telepon seluler misalnya. Ada juga iklan yang memaanfatkan agama untuk mengkomersilkan barang dagangannya. Atau ada pula iklan nakal yang menggunakan kemolekan tubuh wanita untuk menarik perhatian para penonton tv sehingga iklannya dapat disaksikan dan menarik perhatian.

 Wanita cantik dan seksi masih diyakini mampu meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan. Misalnya saja seperti iklan berbau erotis pompa air Shimizu yang ditayangkan di televisi sejak beberapa hari terakhir ini. Iklan ini kemudian banyak menuai protes karena dianggap sebagai tontotan yang menjurus porno. Dalam iklan Shimizu yang berdurasi sekitar 30 detik itu memang menyuguhkan sensasi erotis yang cukup menantang. Iklan ini diawali seorang wanita memakai pakaian tidur dengan belahan dada terbuka merengek kepada pasangannya. "Kalo nggak mancur terus kapan enaknya," katanya dengan mimik menggoda. Selanjutnya, si cewek pergi ke mall. Dia ditawari oleh penjual obat kuat lelaki. Namun, ia justru datang ke toko pompa air merek Shimizu. Di akhir cerita, setelah pompa air Shimizu itu dipasang, si wanita seksi itu bergoyang erotis diiringi irama dangdut. Kemudian saat disiram oleh prianya, wanita itu berkata dengan nada manja, "Basah deh.....". Tayangan iklan seperti yang disebutkan diatas tentu sangat tidak pantas dan tidak beretika. Dari sisi kreatif iklan, tentu ini merupakan bentuk kreatifitas paling rendah. Karena, Iklan seperti ini hanya mengambil gampangnya saja tanpa memikirkan efeknya. Berkut ini adalah surat peringatan tertulis untuk iklan pompa air shimizu dari Komisi Penyiaran Indonesia

Pada tanggal 21 Juli 2011 pukul 07.25 WIB menayangkan adegan seorang model perempuan yang mengeksploitasi tubuh bagian dada dengan cara menggoyang-goyangkan bagian dada (payudara) tersebut secara berulang-ulang. Selain itu dalam program tersebut menayangkan toko obat kuat dan narasi iklan tentang percakapan yang meninggung aktivitas hubungan seks. KPI Pusat memperingatkan agar segera melakukan perbaikan atas program tersebut. KPI Pusat memberikan peringatan tertulis agar segera melakukan perbaikan atas program tersebut. 
melanggar pasal 10 Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) yang berbunyi Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak, remaja dan atau perempuan serta pasal 49 ayat (3) huruf h dan Standar Program Siaran (SPS) yang berbunyi program siaran dilarang menayangkan hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama.






POMPA AIR SANYO



Iklan produk sejenis yang tidak menyalahi aturan atau etika yang berlaku adalah iklan produk pompa air Sanyo versi kebakaran. iklan yang berdurasi 30 detik ini tidak berbau unsure porno seperti iklan produk pembanding diatas. penyampaian tentang produknyapun jelas. sehingga iklan ini dikatakan berhasil dalam penyampaian informasi terhadapa masyarakat.
iklan yang berceritakan tentang terjadinya kebakaran di wilayah perumahan,lalu seseorang datang dengan membawa selang air yang memakai pompa air Sanyo untuk memadamkan api,seseorang itu diperankan oleh tokoh comedian Kiwil. Unsur komedipun tertuang pada iklan tersebut. Niat awal ingin memadamkan api,malah Kiwil di keroyok ibu-ibu karena bukan api yang disiram melainkan ibu-ibu tersebut,pemaparan tentang kelebihan produk juga diselipkan dalam iklan tersebut. dan d akhir iklan Kiwil mengatakan slogan dari produk yang makin memperkuat iklan produk pompa air Sanyo.
iklan ini sama sekali tidak melanggar etika,dapat disaksikan oleh segala usia,menarik,dan jenaka.meskipun tidak memberikan pesan-pesan moral bagi penontonnya,namun yang terpenting jangan melanggar etika,hal tersebut yang terlebih dahulu harus diperhatikan,setelah itu lebih kreatif dan pintar lagi dalam membuat iklan yang disiarkan di televise.



Senin, 17 Desember 2012

    TUGAS ETIKA BISNIS 
REKLAME











NAMA          : ANA CONSTANCIA DA COSTA NETO
NIM              : 01210038





Fakultas Ekonomi
Manajemen

UNIVERSITAS NAROTAMA
2012






Pengusaha Periklanan Bantah Reklamenya Abaikan Keselamatan

Sabtu, 15/12/2012 | 12:07 WIB
SP/Iwan Heriyanto
Jajaran reklame di Jl Embong Malang. Selama ini masyarakat khawatir reklame di Surabaya roboh karena mengabaikan faktor keselamatan.













Sumber : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id

SURABAYA - Konstruksi reklame kota yang dianggap abaikan keselamatan warga sekitarnya dinilai Perhimpunan Pengusaha Perkilanan Indonesia (P3I) Jatim kurang pas. Lembaga itu menilai semua Biro Reklame di Surabaya sudah mengikuti aturan dari Pemkot dalam membangun konstruksi reklamenya.
Kekhawatiran akan takutnya reklame rawan roboh dikarenakan kekurangtahuan masyarakat. Namun, hal itu bisa dimakluminya sepanjang kekhawatiranya tidak berlebihan. “Kami memaklumi hal itu, tapi kami yakin para biro reklame sudah memperhitungkan kekuatan reklamenya,” kata Agus Winoto, Sekretaris P3I Jatim, Sabtu (15/12).

Menurutnya, dalam mendirikan reklamenya para biro sudah sesuai dengan aturan kekuatan konstruksi reklame yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Mulai, dari kekuatan konstruksi, rangka reklame, maupun ketahanannya dari badai juga sudah disesuaikan dengan aturannya.

Di dalam Perda IMB  untuk reklame, kekuatan rangkanya minimal harus tahan angin atau badai. “Kegagalan konstruksi reklame risikonya terlalu tinggi, jadi kami yakin para biro reklame sudah memperhitungkan masalah itu,” kata Agus.

Kegagalan satu konstruksi reklame, lanjutnya, risikonya bisa mencapai 75 persen hingga 200 persen, bahkan bisa 300 persen dari nilai pendirian reklame itu sendiri. Sebab, satu kegagalan konstruksi reklame akan ada gugatan perdata yang tentu nilainya lebih tinggi dari ongkos pendirian reklame tersebut.
“Kalau satu tiang reklame roboh dan menimpa orang sampai meninggal dunia, maka gugutan perdatanya bisa mencapai Rp 300 juta dan bahkan lebih. Apa ini tidak lebih menyusahkan, bila pembangunan tiang reklame dibuat asal-asalan. Saya kira risikonya jauh lebih tinggi,” ujanya.
Belum lagi, lanjutnya, bisa urusan robohnya reklame itu masuk ranah pidana, karena kalau sudah masuk ranah pidana, maka urusan yang akan diurus pemilik reklame menjadi lebih banyak. Sehingga uang yang dikeluarkannya pun menjadi lebih banyak pula.

Selain itu, lanjutnya, biro reklame yang reklamenya roboh dia bisa di-blacklist klien dan Pemkot. Sanksi yang paling berat adalah blacklist yang dilakukan kliennya. Karena hubungan kerjanya bisa diputus. Sedangkan sanksi dari Pemkot, dimungkinkan Pemkot akan selektif terhadap biro yang reklamenya mudah roboh. “Kami kira biro reklame tidak mau ambil risiko yang mengerikan itu,” jelasnya.
Dengan begitu dapat diartikan, lanjutnya, keselamatan masyarakat juga menjadi perhatian biro dan Pemkot dalam pembangunan konstruksi. Dengan kekuatan konstruksi hingga mencapai 80 kilogram per meter persegi berarti sudah melebihi kekuatan bangunan atau gedung yang hanya 25-35 kilogram per meter persegi.

Sedangkan kekuatan pohon tidak sampai mencapai kekuatan konstruksi gedung. Untuk biro reklame besar kekuatan konstruksi reklame bisa mencapai 90 kilogram per meter persegi, ini dikarenakan dengan kekuatan seperti itu bisa menjaga atau menghadang kekuatan angin yang agak kencang pada musim hujan. 
Dengan kekuatan rangka seperti itu, setara dengan kecepatan angin 73 knot atau sekitar 136 km/jam. Padahal normalnya kekuatan kecepatan angin biasa normalnya hanya sekitar 25 - 35 knot.
Kejadian robohnya reklame di Surabaya beberapa tahun yang lalu itupun dikarenakan faktor alam, dimana kecepatan angin di Surabaya waktu itu mencapai 50 knot. Kekuatan angin sebesar itu  informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan geofisika (BMKG) di luar kebiasaan kecepatan kekuatan normal angin.
Jadi masyarakat tidak perlu khawatir reklame yang rawan roboh, karena selama ini biro reklame di Surabaya sudah mengikuti aturan dan menjaga keselamatan masyarakat di sekitar konstruksi reklame.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya, Agus Imam Sonhaji selaku pengendali reklame di Surabaya mengatakan, Pemkot selalu mengingatkan biro reklame agar memperhatikan kondisi  reklamenya. Tujuannya agar setiap musim hujan datang dan disertai angin reklamenya tidak roboh. “Kami selalu mengingat pemilik reklame di Surabaya,” ujarnya.

 Sumber : http://www.surabayapost.co.id